
J-KOL merupakan Herbal / Jamu cair hasil fermentasi dengan khasiat utama untuk menurunkan lemak darah (kolesterol) dan menjaga kesehatan jantung. Sebagian herbal dalam J-KOL sudah diolah menggunakan Teknologi Nano yang membuat lebih mudah terserap tubuh, oleh karena itu akan lebih cepat terasa khasiatnya.
- Kolesterol tinggi
- Asam urat Hipertensi
- Tekanan darah rendah
- Diabetes
- Penyumbatan pembuluh darah di jantung
- Mencegah stroke
- Melancarkan sirkulasi darah
- Menghilangkan plak penyumbatan pada dinding saluran pembuluh darah
J-kol memilki variant bahan baku herbal yang komplit dan banyak yang menjadikan J-kol sebagai pilihan yang tepat untuk mengatasi berbagai macam jenis keluhan tubuh, dimana yang paling dominan khasiat yang dirasakan oleh para pengguna yaitu kolestrol yang stabil, gula darah yang normal, jantung yang sehat, tensi menjadi normal hanya dalam waktu yang singkat. Tidak perlu membutuhkan berbotol botol untuk bisa merasakan kesehatan yg prima. J-kol pilihan tepat untuk menghindari potensi serangan jantung atau strooke
Mel Depuratum (Madu murni) Madu kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid dan asam fenolat. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Dengan mengurangi stres oksidatif, sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi lebih efisien, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
Phaleria macrocarpa percarpium ekstrak (Ekstrak kulit buah mahkota dewa) Saponin memiliki efek hipolipidemik, yaitu menurunkan lemak darah dengan menghambat penyerapan kolesterol di usus. Saponin membentuk kompleks dengan asam empedu yang dikeluarkan tubuh, sehingga kolesterol tersimpan digunakan untuk memproduksi asam empedu baru, menurunkan kadar kolesterol.
Guazuma ulmifolia folium ekstrak (Ekstrak daun jati belanda) Daun jati belanda mengandung serat yang dapat mengembang dalam lambung dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi asupan makanan dan lemak. Selain itu, serat membantu mengikat kolesterol dalam usus dan meningkatkan ekskresinya melalui feses. Alkaloid dalam daun jati belanda memiliki efek penekan nafsu makan.
Imperata cylindrica rhizoma ekstrak (Ekstrak akar alang-alang) Senyawa fenolik seperti flavonoid, oligostilbenoid, antrakuinon menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan secara invitro dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
Morinda citrifolia fructus ekstrak (Ekstrak buah mengkudu) Flavonoid menghambat pembentukan HMG-CoA , senyawa dalam tubuh yang berperan penting sebagai “bahan baku” untuk membuat kolesterol Antioksidan dalam mengkudu dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, hormon yang mengatur penyerapan gula dari darah ke dalam sel. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh lebih efisien dalam mengelola kadar gula darah.
Curcuma xanthorrhiza rhizoma ekstrak (Ekstrak rimpang temulawak) Kurkumin adalah senyawa aktif dalam temulawak yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi : kurkumin membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Mekanisme ini terjadi melalui penghambatan oksidasi LDL dan penurunan produksi lemak dalam hati. Selain itu, kurkumin dapat meningkatkan aktivitas reseptor LDL di hati, yang membantu mengeluarkan kolesterol berlebih dari darah.
Stevia rebaudiana folium ekstrak (Ekstrak daun stevia) Steviosida dapat memengaruhi enzim yang terlibat dalam metabolisme lipid, membantu menurunkan sintesis kolesterol dan meningkatkan ekskresinya. Kandungan senyawa glikosida stevioside dan steviol yang dapat merangsang sekresi insulin pada sel beta pankreas sekaligus memperbaiki kerusakan pada sel beta pankreas


